Jurnal yang akan
sedikit saya jelaskan ini bertemakan kesimbangan lini” dengan judul “Peningkatan
Efisiendi dan Produktivitas Kinerja Melalui Pendekatan Analisis Rangked
Posiotional Weight Method PT. X”, berikut ini adalah penjealasan secara
singkat mengenai jurnal tersebut.
Penelitian
ini dilakukan di PT. X dimana perusahaan tersebut memproduksi peralatan medis
di Indonesia, dan yang menjadi objek penelitian ini sendiri adalah alat
incubator cabinet TSN 89 TR. Proses operasi
alat incubator ini sendiri terbagi kedalam 41 proses operasi, dan di
kelompokkan menjadi 9 stasiun kerja, dan dalam proses operasi tersebut
membutuhkan 10 operator.
Tujuan
dari peneliti adalah ingin menurukan persentase balance delay dan mengurangi waktu menganggur sehingga akan terjadi
peningkatan efisiensi dan produktivitas kinerja. Kondisi awal mempunyai
persentase balance delay sebesar
39,19% dengan waktu menganggur sebesar 33368,71 detik, dari hasil tersebut
memang terlihat perlu adanya perbaikan karena semakin besar waktu menganggur
perusahaan akan mengalami kerugian.
Ususalan
yang dilakukan untuk menurunkan persentase balance
delay dan mengurangi waktu menganggur adalah dengan memperbaiki stasiun
kerja yaitu menjadi 6 stasiun (berkurang 3 stasiun kerja), dengan berkurangnya
stasiun kerja maka operator juga akan berkurang menjadi 7 operator (berkurang 3
operator). Perubahan stasiun kerja berdampak pada persentase balance delay menjadi 12,34% berkurang
sebesar 26,85% hasil tersebut tentunya menjadi baik, karena semakin rendah
persentase balance delay efisiensi
lintasan menjadi semakin baik dan pengalokasian antar stasiun kerja menjadi
semakin baik juga, waktu menganggur setelah mengalami perbuhan stasiun kerja
menjadi 7286,97 detik berkurang sebesar 26081,74.
Berikut
ini adalah kesimpulan dari jurnal tersebut:
- . Efisiensi lini pembuatan Kabinet TSN 89 TR di PT. X pada kondisi awal diperoleh sebesar 60,81% dan perancangan lintasan baru (usulan perbaikan) berdasarkan metode bobot posisi menghasilkan efisiensi sebesar 87,66% sehingga efisiensi lintasan meningkat sebesar 25,85%.
- . Jumlah waktu menganggur pada kondisi awal adalah 33368,71 detik dan setelah usulan perbaikan menjadi 7286,97 detik. Sehingga waktu menganggur dapat dikurangi dari 33368,71 detik menjadi 7286,97 detik atau berkurang sebesar 26081,74 detik.
- . Jumlah stasiun kerja berkurang dari 9 stasiun kerja pada kondisi awal menjadi 6 stasiun kerja setelah usulan perbaikan, yang berarti ada penghematan lokasi produksi (stasiun kerja).
- . Produktivitas pada kondisi awal sebesar 0,036 buah/jam kerja dan setelah usulan perbaikan menjadi 0,052 buah/jam kerja, yang berarti ada peningkatan produktivitas sebesar 0,016 buah/jam kerja.
- . Terjadi penurunan jumlah operator, yaitu pada kondisi awal jumlah operator berjumlah 10 operator dan setelah usulan perbaikan menjadi 7 operator yang akan meningkatkan produktivitas operator.
Referensi Jurnal:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar